Thursday, June 7, 2012

TERASING


TERASING

Kemarin, sekarang, hari-hari yang akan datang. Aku masih berada di sini, di tempat yang sama. Hari-hari berlalu dengan keadaan yang masih seperti itu. Matahari terbit, menjulang naik, berada tepat di atas ubun-ubun setiap manusia, sampai terbenam lagi dan menerangi belahan dunia lainnya. Ingin aku mencampakkan keadaan ini jauh-jauh dari kehidupanku, tapi seakan penderitaan batin ini enggan untuk melangkah, masih saja tetap berdiam diri dan selalu mengikuti bayanganku. Mengikuti, mengikuti, lalu menggantikan bayanganku dengan sosok yang tak aku ketahui, sampai aku tak sanggup untuk menatap bayangku sendiri.
Setiap hari, aku selalu menjalani rutinitas ini. Tapi masih saja aku tak bisa merasa akrab dan bersaudara dengan keadaan ini. Aku tak ingin menanyakan siapa yang salah dan siapa yang benar. Aku sangat membenci keadaan ini, tapi sisi-sisi lain aku sangat membutuhkan keadaan yang seperti ini. Semakin terkungkung sampai akhirnya aku tak bisa pergi, tapi juga tak bisa berdiam diri dan menikmati. Tak tahu harus memegang sisi mana, dua sisi itu seakan telah di hangatkan oleh segumpalan api terus menerus, membentuk sisi-sisi yang pipih, tajam, dua sisi itu menjelma menjadi racun yang dikelilingi kawat berduri.

Fadhli
Jakarta, November 2011

No comments:

Post a Comment