Jejak Bintang #9
Pagi ini…
Engkau merasuk dalam dawai seribu
nada
Memberi torehan tinta
Mengukir cerita asmara
Melebur asa realita
…Demi apa yang Kau dan Aku sebut
cinta
Pagi ini…
Di saat matahari mulai menjulang ke
angkasa
Di saat siang mulai berkuasa
Di saat terang tak lagi memberi
bangga
Engkau mengelabui serupa logika
…Demi pembuktian rasa
Pagi ini…
Aku tersengat oleh remang
Aku tersentak oleh siang
Aku terjaga dalam kelam
Aku terbata dalam terang
…Ingatan kembali melayang, sudah
lama tak kusapa sang Bintang dalam malam
Pagi ini…
Sang Bintang seharusnya tak tampak,
seperti seharusnya cerita realita
Sang Bintang seharusnya bisa hilang,
seperti seharusnya logika
Sang bintang seharusnya tak lagi
mengingatkan bayang, seperti seharusnya waktu yang melangkah ke depan.
Pagi ini…
…Dia tetap sang Bintang
Yang selalu terang
Meski tanpa malam
Meski dengan siang
Karena Ia telah membuat ruang
kehidupan
…Dia tetap sang Bintang
Yang kembali menyegarkan bayang
Demi belajar dari kesalahan malam
Demi menapak masa depan
Karena Ia telah membuka pikiran
…Dia tetap sang Bintang
Yang kian mengguratkan teguh
Bahwa telah tercipta tempatku untuk
bersemayam
Bukan dalam malam
Bukan dalam kelam
Melainkan dalam lorong kehidupan
…Bersama rasa, bersama cinta, bersama
kita
Bersama rasa cinta kita
(Maaf untuk malam-malam yang
terlewatkan)
Fadhli
Di pagi 8
Oktober 2012