Tuesday, October 30, 2012

Jejak Bintang #9


Jejak Bintang #9

Pagi ini…

Engkau merasuk dalam dawai seribu nada
Memberi torehan tinta
Mengukir cerita asmara
Melebur asa realita

…Demi apa yang Kau dan Aku sebut cinta

Pagi ini…

Di saat matahari mulai menjulang ke angkasa
Di saat siang mulai berkuasa
Di saat terang tak lagi memberi bangga
Engkau mengelabui serupa logika

…Demi pembuktian rasa

Pagi ini…

Aku tersengat oleh remang
Aku tersentak oleh siang
Aku terjaga dalam kelam
Aku terbata dalam terang

…Ingatan kembali melayang, sudah lama tak kusapa sang Bintang dalam malam

Pagi ini…

Sang Bintang seharusnya tak tampak, seperti seharusnya cerita realita
Sang Bintang seharusnya bisa hilang, seperti seharusnya logika
Sang bintang seharusnya tak lagi mengingatkan bayang, seperti seharusnya waktu yang melangkah ke depan.

Pagi ini…

…Dia tetap sang Bintang

Yang selalu terang
Meski tanpa malam
Meski dengan siang
Karena Ia telah membuat ruang kehidupan

…Dia tetap sang Bintang

Yang kembali menyegarkan bayang
Demi belajar dari kesalahan malam
Demi menapak masa depan
Karena Ia telah membuka pikiran

…Dia tetap sang Bintang

Yang kian mengguratkan teguh
Bahwa telah tercipta tempatku untuk bersemayam
Bukan dalam malam
Bukan dalam kelam
Melainkan dalam lorong kehidupan

…Bersama rasa, bersama cinta, bersama kita

Bersama rasa cinta kita

(Maaf untuk malam-malam yang terlewatkan)

Fadhli
Di pagi 8 Oktober 2012

Jejak Bintang #8

Jejak Bintang #8

Sang bintang
Engkau masih tetap di sana
Berada di tempat serupa
Entah itu tertutup awan
Atau hari berganti siang
Engkau terus setia
Memberi terang bagi setitik harapan

Telah berjuta malam engkau beri terang
Walau terkadang masih kelam
Telah berjuta kata bergelimang
Walau kadang enggan tertuang

Dan
Telah berjuta nostalgia tercipta
Antara aku dan sang bintang
Walau terkadang ada duri menghadang
Namun tak mampu lumpuhkan rasa

Aku dan sang bintang
Dalam berjuta malam
Dalam berjuta nostalgia
Dalam berjuta kata

Dalam cerita cinta kita

(untukmu, Perempuanku)

Fadhli
Jakarta, Agustus 2012

Jejak Bintang #7


Jejak Bintang #7

…
Engkau hilang dalam diam
Meninggalkan titik-titik penuh tanya
Menanggalkan jawab penuh makna

Wahai Sang bintang
Apa yang membuat Engkau redup dalam alam [?]

Wahai taburan bintang
Adakah Engkau yang bersemayam di balik temaran [?]

Wahai pemberi terang
Mungkinkah Engkau lelah terus hadir kala malam [?]

Aku  tenggelam dalam tanya
Aku tenggelam dalam jawab penuh harap

Aku gundah…
Aku geram…
Karena Engkau hilang dalam diam

Fadhli
Jakarta, Juli 2012

Jejak Bintang #6


Jejak Bintang #6

Bintang yang berkilau terang
Engkau lah cahaya kala suram
Bukan sekedar penerang
Melainkan petunjuk jalan yang cemerlang

Bintang yang tak pernah muram
Engkau lah dekap kehangatan
Bukan sekedar pemberi pelukan
Melainkan petunjuk yang meyakinkan

Bintang yang senantiasa gemilang
Engkau lah kerlip kasih sayang
Bukan sekedar pemberi kecupan
Melainkan petunjuk untuk menemukan makna kehidupan

Dalam sinarmu
Aku melayang
Dalam sinarmu
Aku berjalan
Dalam sinarmu
Aku menemukan lagi keutuhan

Fadhli
Jakarta, Juli 2012

Jejak Bintang #5


 Jejak Bintang #5

Cahaya bulan enggan menari riang
Karean Engkau ribuan bintang
Cahaya bulan tampak tak terang
Karena Engkau terus benderang
Tak lagi sekedar penghias malam
Engkau menjelma dalam dekapan
Tak lagi terbatas alam
Engkau lebur dalam sentuhan
Di dalam kelam
Engkau lah bintang
Di sela temaran
Engkau berkelip lantang
Di antara malam
Engkau menyediakan terang
Karena Engkau bintang
Tak hanya kala malam
Karena engkau bintang
Tak hanya sekedar terang
Karena engkau bintang
Tak hanya untuk terawang
Karena Engkau jejak bintang
Yang bukan lagi sekedar bayang
Fadhli
Jakarta, Juli 2012

Jejak Bintang #4


 Jejak Bintang #4

Masih bersinar terang
Tapi tak lagi benderang
Masih hadir saat malam datang
Tapi mulai tertutup kelam
Kini,
Bintang mulai enggan
Kini,
Bintang mulai bimbang
Kini,
Bintang tidak lagi yakin akan malam
Kini,
Bintang kembali datang
Untuk mengingatkan
Bahwa ia senantiasa bersinar terang
Meskipun tertutup kelam
Meskipun tanpa malam
Fadhli
Jakarta, Juli 2012

Jejak Bintang #3


 Jejak Bintang #3

Saat malam mulai menerang,
saat cahaya bulan mulai menghilang.
Disaat itu aku mulai meradang,
karena engkau seberkas cahaya bintang.

Saat matahari mulai berterik terang,
saat sinar bernyanyi riang.
Disaat itu aku mulai kehilangan,
karena engkau bukan lagi bintang milik malam.

Saat matahari mulai tenggelam,
saat malam kembali lagi temaram.
Disaat itu aku berteriak lantang,
karena engkau taburan bintang.

Karena engkau lah jejak bintang,
yang meninggalkan bekas bagi setiap orang.
Fadhli
Juli 2012