SECARIK
KERTAS
Polos
dan tak ternoda, itulah secarik kertas. Secarik kertas itu bisa saja kotor dan
menjadi ternoda, saat tetesan tinta mulai menindih bagian teratas kertas itu,
bahkan hingga tampak tembus di belakangnya. Namun noda-noda itu membentuk sejuta
makna, yang tak terucap oleh mulut, tapi tertuang ke dalam secarik kertas.
Luapan perasaan yang tak terungkap, menjadi sangat jelas ketika membentuk
garis-garis bermakna yang dirangkai dan membentuk sebuah kata.
Tak
akan lebih bijak jika otak dijadikan cawan tempat penampungan semua keluh
kesah, haru duka, suka cita, sebab otak tak akan mampu menampung semua daya.
Alangkah lebih baik jika noda-noda tinta yang tersisa di bagikan sedikit untuk
mengisi kekosongan yang bersemai di secarik kertas. Noda-noda yang akan menjadi
berjuta-juta makna.
Fadhli
Jakarta,
november 2011
No comments:
Post a Comment