“Burung
tak
bersayap”
Ke luar dari cangkang telur,
Adalah impianku
Tempat itu,
Sangkar yang mengungkung
Berputar dalam lingkaran serupa,
Tanpa tahu dunia luar
Kini,
Tidak lagi hanya sekedar impian
Dan cankang itu telah pecah,
Membebaskanku
Untuk mulai belajar terbang
Bersinar terang,
Dia lah matahariku
Yang memberi kehangatan
Yang menerangi jalanku
Tapi,
Ada yang berbeda
Aku tak sama
Ada yang salah dengan anatomi tubuhku
Melihat mereka terbang,
Mengagumkan
Matahariku:
“Sabarlah, akan tiba masanya,
Engkau terbang seperti mereka”
Lama menanti,
Tapi saat itu tak kunjung tiba
Penat, lelah
Entah apa lagi namanya
Tak terpisahkan,
Bercampur jadi satu,
Membentuk rasa baru
Kini,
Tiba masanya
Tapi bukan untuk terbang
Melainkan untuk sadar,
Bahwa aku tidak bisa terbang
Kini,
Jadi lah aku,
Burung tak bersayap
Catatan
dipagi buta,
Di
sudut ruang kerja
Fadhli
Jakarta, Juni 2012
No comments:
Post a Comment